Selasa, 11 Mei 2010

Tambak dan Pelabuhan Ancam Mangrove


Penghijauan
Tambak dan Pelabuhan Ancam Mangrove
Selasa, 11 Mei 2010 | 11:00 WIB


Kompas Images/Dhoni Setiawan

BARITO KUALA, KOMPAS.com - Sekitar 450 kilometer atau 30 persen dari total 1.500 kilometer kawasan mangrove di sepanjang pantai Kalimantan Selatan rusak. Kerusakan yang terjadi pada titik-titik tertentu itu disebabkan pembukaan tambak dan pemanfaatan untuk pelabuhan.

"Penyebabnya ada yang sengaja dibuka untuk tambak dan pembukaan pelabuhan khusus untuk batubara," ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kalimantan Selatan Rakhmadi Kurdi Selasa (11/5/2010).

Untuk mengembalikan kelestarian daerah mangrove tersebut, BLHD Kalimantan Selatan dan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Kuala, Selasa (11/5), melakukan penanaman 1.000 batang bibit mangrove di Pulau Kaget, Kecamatan Tabunganen, Barito Kuala.

Pulau Kaget yang memiliki luas sekitar 65 hektar merupakan cagar alam dan salah satu tempat hidup bekantan. Namun, separo kondisi mangrovenya telah rusak akibat pembukaan lahan untuk pertanian. Ada juga kerusakan yang diakibatkan pemanfaatan akar tunjang mangrove untuk tutup botol oleh masyarakat.

Rabu, 05 Mei 2010

Hidup Organik, Kurangi Beban yang Ditanggung Bumi

Hidup Organik, Kurangi Beban yang Ditanggung Bumi

Ani Purwati - 30 Apr 2010

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi beban yang ditanggung bumi agar kehidupannya tetap lestari. Diantaranya dalam kehidupan sehari-hari dengan cara sederhana , sesuai ritme keseharian kita, dengan hidup secara organik. Demikian ungkap Bibong Widyarti, konsumen organik dalam bincang-bincang peresmian Kedai Hijau di Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH), untuk memperingati Hari Bumi, di Jakarta (30/4).

“Sekecil apapun tindakan dalam menyelamatkan lingkungan dan bumi ini, tentunya akan bermakna besar bagi kelangsungan hidup bumi ini,” ungkap penulis buku tentang tips-tips hidup organik berjudul “Hidup Organik, Panduan Ringkas Berperilaku Selaras Alam.”

“Berbuat baik untuk bumi misalnya dengan cara makan secukupnya sesuai kebutuhan, mengolah makanan secara sehat, memilih dan membeli produk organik, membawa minuman sendiri dengan wadah dari beling atau stainless steel, belanja dengan membawa kantong sendiri, mengolah sampah, memakai produk daur ulang dan sebagainya,” lanjut Bibong yang memutuskan mengkonsumsi organik sejak 1997.

Menurut ibu dua orang anak ini, saat memilih produk bahan pangan dari pertanian organik, sebenarnya manusia telah melakukan win-win solution. Artinya, pertanian organik mengambil posisi yang saling menguntungkan, yaitu aman bagi manusia, makhluk hidup lain dan bumi.

Pertanian organik mencegah dampak merugikan bagi kesehatan yang disebabkan zat-zat berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Bahan–bahan kimia beracun lebih minimal pada hasil pertanian organik dibandingkan produk pertanian konvensional. Sejauh ini penggunaan pestisida dalam pertanian konvensional telah berpengaruh negatif terhadap ekosistem pertanian, kesehatan serta meninggalkan akumulasi residu pestisida pada produk pertanian.

Pertanian organik juga memelihara keanekaragaman hayati dengan menyadarinya sebagai harmoni. Dal hal ini pertanian organik mengkui setiap makhluk hidup mempunyai tugas dan fungsi bagi keseimbangan alam. Sistem pertanian organik melindungi dan menjaga kualitas tanah, air dan udara, karena tidak menggunakan pupuk sintetik dan pestisida.

Pertanian organik dan cara hidup organik mendukung kemandirian dan pemberdayaan individu, baik petani mupun konsumen. Peningkatan kualitas, penggunaan produk-produk dari petani lokal dan mengandalkan sumber daya lokal yang dapat diperbarui, secara langsung atupun tidak akan meningkatkan ekonomi setempat.

Pertanian organik juga menghargai kearifan lokal dan keanekargaman budaya di setiap daerah. Kebiasaan pemanfaatan aneka hasil alam untuk berbagai kebutuhan akan kembali hidup, sperti menjaga kesehatan dengan obat-obatan dari ramuan tanaman yang tumbuh di lingkungan sekitar.

Ubi Jalar Untuk Kesehatan

Seperti halnya yang Adi Kharisma kembangkan saat ini. Dengan pengalamannya yang sering melihat orang-orang yang disayanginya mengidap penyakit kanker, akhirnya Adi menekuni dan mengembangkan ubi jalar menjadi aneka makanan dan minuman olahan berkhasiat kesehatan.

Produk pangan lokal, ubi jalar yang berwarna ungu mengandung banyak zat antosianin yang bisa mencegah kanker. “Antosianin itu berguna untuk mengencerkan darah yang kental serta menyerap racun dan polusi di darah. Darah yang encer menurut dokter baik untuk kesehatan tubuh, “ kata pengembang es krim ubi ungu ini saat bincang-bincang ini.

Selain mengonsumsi ubi jalar warna ungu, sejak tahun 2000, Adi juga menjalankan resep diet dengan menjalankan pola makan sehat. Ia mulai menjauhi aneka sea food, daging merah serta memperbanyak sayur dan buah. “Daging yang saya makan hanya daging ayam dan ikan,” ujarnya. Pengaruh bagi kesehatan Adi sangat signifikan. “Sampai sekarang, pilek pun saya tak pernah,” ujar pria yang selalu mengenakan seragan dan topi warna ungu ini.

sumber : http://www.beritabumi.or.id/?g=beritadtl&newsID=B0270&ikey=1

FOREST FRIENDS


‘One United Action, One Earth’
Satu Aksi Bersama untuk Bumi
Oleh WWF-Indonesia dan WWF Germany
April – November 2010

Apakah Program ‘Forest Friends’ itu?

Forest Friends atau Sahabat Hutan adalah inisiatif kampanye pelestarian hutan dan lingkungan yang ditargetkan kepada pemuda usia 18 sd 25 tahun melalui aplikasi “online” atau jejaring pertemanan. Inisiatif ini diharapkan dapat menumbuhkan ide-ide kreatif dan inovatif di kalangan pemuda dalam mempromosikan, menggerakkan, dan menginspirasi orang lain disekitarnya untuk melakukan aksi nyata bagi hutan dan lingkungan hidup.

Program yang merupakan kerjasama antara WWF-Indonesia dan WWF-Germany ini, memungkinkan peserta yang terpilih (dari Indonesia dan Jerman) dapat menjalin pertemanan dan bertukar informasi secara online tentang upaya pelestarian hutan, gaya hidup ramah lingkungan, maupun aktivitas lainnya terkait konservasi hutan dan alam. “Forest Friends” adalah sebuah kompetisi, dimana peserta yang telah terpilih berkampanye bersama secara online dan mengumpulkan dukungan publik sebanyak-banyaknya demi penyelamatan hutan alam. Dalam kampanye ini, setiap satu dukungan yang diterima oleh peserta Forest Friends akan diwujudkan dalam bentuk aksi nyata penanaman 10 batang pohon, sehingga semakin banyak dukungan yang diterima oleh masing-masing peserta – melalui pesan konservasi yang mereka kampanyekan- semakin besar kontribusi mereka dalam upaya restorasi hutan, khususnya di Indonesia. Tahun 2010 merupakan tahun Keanekaragaman Hayati Dunia dan Tahun Harimau, sehingga restorasi hutan akan difokuskan pada daerah-daerah kritis habitat harimau Sumatera.

Pada akhir program, dua peserta (1 orang dari Indonesia dan 1 orang dari Jerman) yang berhasil mendapatkan dukungan public terbanyak, akan mendapatkan apresiasi untuk bersama-sama berkunjung ke salah satu taman nasional di Indonesia dan Jerman untuk mengenal lebih dekat hutan dan kekayaan alam di kedua negara, sekaligus mendapatkan pengalaman langsung dan mengenal lebih dekat isu-isu konservasi di kedua negara.

Dalam pelaksanaannya WWF-Indonesia dan WWF-Germany akan melakukan seleksi peserta “Forest Friends” di negaranya masing-masing.


Apa tujuan dari Program “Forest Friends”?

  1. Menggali ide-ide kreatif di kalangan pemuda untuk secara aktif berkontribusi dalam upaya pelestarian hutan dan lingkungan hidup
  2. Memberikan inspirasi sekaligus membangun dan meningkatkan kesadaran publik untuk berpartisipasi dalam upaya perlindungan, pengelolaan, dan restorasi/ rehabilitasi hutan di Indonesia
  3. Membuka wawasan pemuda di Indonesia untuk mengenal berbagai isu hutan dan lingkungan dalam perspektif global, serta mendorong tindakan yang ramah lingkungan (green life style) dalam kehidupan sehari-hari
  4. Mengajak publik untuk mendukung dan secara aktif berpartisipasi dalam program-program WWF-Indonesia
  5. Menjaga hubungan dengan Supporter aktif WWF-Indonesia untuk meningkatkan loyalitas dan dukungan jangka panjang mereka terhadap konservasi

Siapa Yang Bisa Mendaftar Sebagai Peserta Forest Friends?

Kompetisi ini terbuka bagi individu yang memiliki komitmen, pengetahuan, kecintaan terhadap alam dan lingkungan, kreatifitas, dan memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Warga Negara Indonesia, berumur antara 18 – 25 tahun (dapat dibuktikan dengan KTP, Pasport, Kartu Pelajar, SIM, atau Kartu Keluarga )
  2. Merupakan anggota aktif WWF-Indonesia dalam salah satu kegiatan berikut: Supporter WWF-Indonesia, program RhinoCare, program SAHABAT Harimau, program Mybaby tree, dan program donasi WWF lainnya (dapat dibuktikan dengan tanda bukti donasi atau anggota aktif WWF-Indonesia pada saat program ini berlangsung). Bagi mereka yang belum menjadi supporter/adopter/donator WWF-Indonesia, bisa tetap menjadi peserta Forest Friends dengan mendaftarkan diri terlebih dulu menjadi supporter /adopter/donator WWF-Indonesia. Informasinya bisa didapatkan di www.wwf.or.id
  3. Mengirimkan alamat blog dan biodata ringkas (nama, alamat, pekerjaan, tempat tanggal lahir, telepon, email dan foto diri) disertai dengan satu kopi kartu identitas dan bukti anggota aktif WWF-Indonesia
  4. Memiliki kemampuan berbahasa Inggris dengan baik dan bersedia bekerjasama dalam tim
  5. Bersedia mengikuti persyaratan dan ketentuan kompetisi “Forest Friends” yang telah ditetapkan oleh panitia
  6. Kompetisi ini tertutup bagi staff WWF-Indonesia

Bagaimana Ketentuan Kompetisi “Forest Friends”?

Babak penyisihan
Daftarkan alamat blog Anda dengan mengisi formulir online di [ www.wwf.or.id/forestfriends ]. Tulisan-tulisan di blog (lebih disukai jika tulisan tersebut disertai foto/ film pendek/ PSA / jingle/ lagu atau karya kreatif lainnya) harus sesuai dengan tema “Tindakan nyata untuk pelestarian hutan dan lingkungan hidup”. Dalam babak penyisihan ini tulisan di blog dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris

How to make your own blog?Klik disini

Batas waktu pendaftaran: Alamat blog dengan isi yang sesuai dengan tema dan persyaratan harus sudah diterima sebelum tanggal 15 Mei 2010

Persyaratan blog:
Ide tulisan didalam blog dan kreativitas lainnya yang menyertai tulisan tersebut (misalnya -tetapi tidak terbatas pada- foto/ film pendek/ PSA / jingle/ lagu atau karya kreatif lainnya) adalah karya asli dan orisinal peserta. Apabila ditemukan pelanggaran hak cipta maka kreasi tersebut tidak dapat diikutsertakan atau dididiskualifikasi. Peserta dapat mengutip tulisan atau referensi dari WWF atau pihak lainnya dengan mencantumkan referensi, kredit ,sumber data, atau hyperlink dari kutipan tersebut. Penggunaan kata-kata yang mengandung SARA atau pornografi akan menyebabkan diskualifikasi peserta.

Blog tersebut merupakan kreasi dari individu yang memenuhi persyaratan sebagai peserta.

Hak cipta dari blog dimiliki oleh peserta. Panitia (WWF-Indonesia) memiliki hak untuk mempublikasikan kreasi tersebut dengan mencantumkan informasi mengenai hak cipta.

Kriteria penilaian:
Orisinalitas, inisiatif, dan konsistensi tulisan
Substansi dan kesesuaian dengan tema
Memberikan inspirasi bagi orang lain untuk berpartisipasi aktif dalam upaya perlindungan, pengelolaan, dan restorasi/ rehabilitasi hutan di Indonesia; dan atau mendorong tindakan yang ramah lingkungan (green life style) dalam kehidupan sehari-hari; dan atau
mengajak publik untuk mendukung dan secara aktif berpartisipasi dalam program-program WWF-Indonesia
Banyaknya dukungan publik terhadap blog atau hasil karya terkait dalam blog tersebut

Sepuluh blog yang paling menarik dan interaktif dalam babak penyisihan ini sesuai dengan kriteria penilaian dewan juri berhak mendapat sertifikat, t’shirt dan merchandise WWF.

Tiga blogger terbaik dalam babak penyisihan ini menurut kriteria penilaian dewan juri akan lolos masuk ke babak final (akan diumumkan pada 18 Mei 2010)


Babak Final

Dalam babak final 3 (tiga) blogger dari Indonesia akan bekerja dalam satu tim dengan tiga blogger dari Jerman (satu tim terdiri dari 1 blogger dari Indonesia dan 1 blogger dari Jerman) dimana setiap tim akan membuat blog bersama dan mengumpulkan dukungan publik untuk memenangkan kompetisi Forest Friends.

Dalam babak final ini panitia akan menyediakan aplikasi online – dalam bahasa Inggris - bagi setiap tim untuk berkreasi mengisi blognya dan mengumpulkan dukungan (fans). Pemenang kompetisi dalam babak final ini ditentukan berdasarkan banyaknya dukungan atau fans yang dikumpulkan. Setiap satu orang fans atau satu dukungan yang diterima akan di akan diwujudkan dalam bentuk aksi nyata penanaman 10 batang pohon, sehingga semakin banyak dukungan yang diterima oleh masing-masing peserta – melalui pesan konservasi yang mereka kampanyekan dalam blog mereka- semakin besar kontribusi mereka dalam upaya restorasi hutan. Biaya penanaman pohon akan ditanggung oleh panitia dan sponsor.

Kampanye melalui blog pada babak final ini akan dilakukan secara berkesinambungan oleh tim peserta dimulai dari pekan ke empat bulan Mei dan ditutup pada pekan terakhir bulan Agustus 2010
Award/Penghargaan
Pemenang kompetisi ini akan memperoleh hadiah berupa:

  1. Satu tim pemenang utama (1 orang dari Indonesia dan 1 orang dari Jerman) akan memperoleh kesempatan bersama-sama berkunjung ke satu lokasi kerja WWF di Sumatera dan Jerman (seluruh biaya selama perjalanan dan aplikasi visa akan ditanggung oleh panitia) dan mendapatkan peliputan dari media
  2. Masing-masing satu pemenang kedua dan ketiga dari Indonesia akan memperoleh kesempatan berkunjung ke satu lokasi kerja WWF di Sumatera (seluruh biaya selama perjalanan akan ditanggung oleh panitia)
  3. Untuk kunjungan ke Sumatera, para pemenang dalam poin a dan b akan mendapat kesempatan untuk secara langsung terlibat dalam upaya restorasi hutan habitat harimau Sumatera, mengikuti aktivitas tim patroli dan survey penelitian harimau, serta mengikuti petualangan seru lainnya di dalam hutan bersama tim WWF.

Hasil Keputusan
Keputusan juri adalah final dan tidak dapat diganggu gugat. Panitia tidak menyelenggarakan korespondensi terkait dengan keputusan yang akan atau telah dibuat. Apabila setelah pemenang ditentukan ditemukan pelanggaran (seperti pelanggaran hak cipta dan plagiarisme) maka pemenang akan dicabut.

Ada pertanyaan terkait mekanisme pendaftaran atau kompetisi Forest Friends ?

Kirimkan email ke asruzuar@wwf.or.id
Atau kontak WWF-Indonesia di 021 – 5761070 ext 509 (Annisa)
Informasi lebih lanjut dapat dilihat di www.wwf.or.id



Cewek Jatuh, Terobos Razia Busana Muslim


Rabu, 5 Mei 2010 | 10:07 WIB
SERAMBI/M ANSHAR

Laporan Wartawan Serambi, M Anshar

BANDA ACEH, KOMPAS.com
— Seorang wanita pengendara sepeda motor yang coba menerobos razia busana muslim terjatuh. Insiden ini terjadi akibat ia coba menabrak seorang petugas Wilayatul Hisbah yang sedang melakukan razia di Jalan T Nyak Arief, Simpang Mesra, Banda Aceh, Selasa (4/5/2010).

Seperti yang kerap diberitakan, razia macam ini dilakukan dengan alasan menegakkan syariat Islam di Aceh. Mirip dengan razia kendaraan bermotor, para petugas biasanya menghentikan wanita yang membawa kendaraan. Biasanya pula wanita yang kedapatan tidak berpakaian sesuai dengan syariat akan diamankan untuk diberi nasihat terkait qanun atau Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2002 tentang Busana Muslim sebagai pelaksanaan syariat Islam di NAD.

Pihak penegak syariat meyakini razia macam ini mampu mengontrol perilaku warga, khususnya perempuan. Mereka wajib mengenakan jilbab dan tidak mengenakan pakaian ketat. Dalam kasus di atas, sepertinya si wanita takut ditangkap karena mengenakan celana jins yang "relatif" ketat meski ia telah memakai jilbab.

Minggu, 02 Mei 2010

Ada Hiu yang Bisa Jalan Lho..


Sumber: Kompas, 19 April 2010
icha rastika

Tahukan Anda, Indonesia memiliki spesies ikan hiu yang biasa berjalan di dasar lautan? Hiu yang bernama latin Hemiscyllium galei dan Hemiscyllium henryi tersebut dijuluki walking shark (hiu berjalan) yang ditemukan di perairan Raja Ampat, Kawasan Kepala Burung Papua Barat.

"Uniknya, dia berjalan di dasar laut dengan siripnya, nggak berenang," kata Fahmi, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang lama meneliti jenis hiu dan pari, di Pusat Penelitian Oceanografi LIPI, Jakarta, Senin (19/4/2010).

Ukuran tubuh walking shark sedikit lebih kecil dari ukuran tubuh hiu pada umumnya. Warna tubuhnya pun menarik dengan tutul-tutul kecoklatan seperti tokek atau gecko. Corak pada tubuh jenis walking shark, menurut Fahmi, akan berubah seiring pertambahan usia.

"Warna pasti berubah, tapi pola dasarnya sama," ujarnya. Pola dasar warna tubuh tersebutlah yang kemudian membedakan spesises Hemiscyllium galei dengan Hemiscyllium henryi. Selain itu, ukuran tubuh Hemiscyllium galei juga tampak lebih besar dibanding Hemiscyllium henryi.

Karena walking shark berjalan di dasar lautan, Fahmi menyampaikan, maka mereka hanya memakan hewan-hewan kecil dasar laut seperti kerang. Bentuk gigi mereka juga berbeda dengan gigi hiu pemakan ikan pada umumnya. "Gigi mereka nggak runcing, tampak seperti gigi lele, untuk memecah cangkang," ujar Fahmi.

Kedua jenis hiu berjalan tersebut termasuk dalam 11 spesies biota laut baru yang ditemukan di perairan Raja Ampat, dan diperkenalkan LIPI hari ini. Mengenai kemungkinan ditemukannya kedua spesies tersebut di perairan lain, Fahmi menjawab, "Kecil ya, karena dia berjalan, jadi penyebarannya nggak jauh, cenderung endemik. Paling yang banyak satu familinya, tapi beda marga. Adanya kebanyakan di Indonesia timur," tuturnya.

Untuk diketahui, peneliti biota laut Conservation International bekerjasama dengan LIPI menemukan 11 biota laut baru. Kesebelas biota laut tersebut diberi nama sesuai dengan keinginan pemenang lelang "Blue Auction" di Monaco. Hasil lelang akan digunakan untuk mendidik calon taksonom Indonesia yang masih minim jumlahnya.

Jumat, 30 April 2010

Teater Laut di Jailolo


Jumat, 30 April 2010 | 03:40 WIB
Kompas/Agus Susanto
ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com--Sebuah konsep baru pertunjukan teater di Indonesia bahkan dunia, hanya dapat Anda saksikan di ‘SENJA MERAH GUNUNG SAMUDRA” THEATRE ON THE SEA, FESTIVAL TELUK JAILOLO 2010, Halmahera Barat, Maluku Utara, tanggal 29 Mei 2010 pukul 15.00 waktu setempat.

Perahu nelayan berubah menjadi biota – biota laut berukuran besar. Panggung apung dibangun serupa kerajaan bawah laut.

Nelayan, Petani, Siswa SD, SMP dan SMA, Komunitas Musik, Komunitas Seni & Budaya terlibat dalam persiapan pertunjukan dan juga tampil sebagai pengisi acara. Jumlahnya mencapai lebih dari 300 orang.

Tokoh – tokoh utama tampil dengan desain kostum yang spektakuler dan ukurannya bisa tiga kali lebih besar dari ukuran tubuh pemain.

Musik bambu Tataruba, Menuru, Yanger, Tari tradisional Legu Salai , Sara Dabi-dabi, Caka Lele, Dana-dana akan memeriahkan panggung utama dalam kemasan yang menarik.

Kunjungi www.festivaltelukjailolo.com untuk informasi lebih lanjut atau dapat menghubungi Evi Widya Putri di 0812-8781161 atau Radisyah di 0813-82568888.

Untuk jadi penonton THE WORLD PREMIERE of “THEATRE ON THE SEA” Daftarkan diri Anda di ftjtrip@yahoo.com

Sembilan Orangutan Dilepasliarkan


Sumber: Kompas, 12 April 2010
Balikpapan

Sembilan orangutan (Pongo pygmaeus), empat betina dan lima jantan, dilepasliarkan secara bertahap di kamp Pondok Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, sejak pekan lalu. Pelepasliaran dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalteng bersama Orangutan Care Center Quarantine dari Orangutan Foundation International.

Tempat pelepasliaran berada di kawasan eks hak pemanfaatan hutan (HPH) PT Bina Samakta. Berdasarkan surat keputusan Menteri Kehutanan, kawasan hutan itu dicadangkan untuk restorasi ekosistem hutan alam PT Rimba Raya. Di hutan seluas 89.185 hektar, telah dilepasliarkan 23 orangutan, 8 ekor jantan dan 15 ekor betina.

Kepala Seksi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng Eko Novi, yang dihubungi di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (11/4), mengatakan, sembilan primata langka dan dilindungi itu merupakan korban pembukaan hutan untuk perkebunan, permukiman, maupun kegiatan lain.

Selain hasil penyelamatan petugas BKSDA dari kawasan pembukaan lahan, ada orangutan yang diserahkan masyarakat. Di Kalimantan, saat ini sedikitnya 1.200 orangutan belum bisa dilepasliarkan akibat kesulitan mendapatkan hutan yang layak mereka tempati. Data dari BKSDA Kalteng (Kompas, 10/1), menunjukkan, lebih kurang 1.000 orangutan di Kalteng belum bisa dilepasliarkan dan masih menjalani rehabilitasi. Kawanan orangutan itu ditampung di dua pusat rehabilitasi orangutan, yakni Borneo Orangutan Survival (BOS) di Nyarumenteng, Palangkaraya, dan Orangutan Foundation International di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringan Barat.

Di Kalimantan Timur, kata Nanang Kasim dari Restorasi Habitat Orangutan Indonesia perwakilan Kaltim, kini ada 219 orangutan di Yayasan BOS Wanariset Samboja yang juga belum dapat dilepasliarkan akibat kesulitan mendapatkan hutan yang layak. Sejak tahun 2002, Wanariset Samboja tidak pernah lagi melepasliarkan orangutan.

Menurut Nanang, diperkirakan Desember 2010 akan ada pelepasliaran lima orangutan di hutan eks HPH Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, seluas 86.450 hektar, yang digunakan sebagai restorasi ekosistem hutan alam untuk habitat orangutan.

�Pelepasan lima orangutan sebagai uji coba. Jika cocok, direncanakan tiap tahun sedikitnya ada tiga kali pelepasliaran orangutan dari BOS Wanariset Samboja,� katanya.

Menurut Nanang, pelepasan orangutan di hutan tidak bisa dilakukan sekarang karena belum mendapat izin dari pemerintah. Untuk mendapatkan izin, telah dilakukan pembuatan upaya kelola lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan tahap I dan memasuki tahap II.

Badan Lingkungan Hidup Kaltim telah memberikan rekomendasi layak untuk habitat orangutan. Selanjutnya, diajukan permohonan kepada Kementerian Kehutanan untuk mendapat surat keputusan dari Menteri Kehutanan